Senin, 06 Juli 2015

Profilku

Kgs Muhammad Iqbal Bin Kgs H. A Roni

Perkenalkan namaku adalah Kgs Muhammad Iqbal Bin Kgs H. A Roni. Aku anak ke 4 dari 5 bersaudara. Hobiku adalah olahraga, olahraga yang aku senangi bermain bola dan futsal. Sekarang ini aku adalah seorang mahasiswa, yang kuliah di UIN Raden Fatah Palembang, Fakultas Dakwah & Komunikasi, Jurusan Sistem Informasi.

Aku orangnya sederhana, dan aku paling benci dengan orang yang suka meremehkan orang lain. Aku juga mempunyai sebuah impian, aku ingin membangun sekolah gratis untuk anak-anak yang tidak bisa sekolah karena tidak mempunyai biaya atau oleh kendala lainnya. Sebuah sekolah yang mengutamakan akhlak dalam pelajarannya, sebuah sekolah yang berbeda dari sekolah-sekolah yang ada, sebuah sekolah yang membuat anak-anak yang belajar di sekolah tersebut senang dan membuat mereka mempunyai ke ahlian di bidang yang mereka sukai. Sehingga mereka bisa maju dan sukses dengan keahlian di bidang yang mereka kuasai. Aku berharap impianku ini bisa terwujud meskipun diriku ini dulu nya seorang pemalas untuk sekolah, dari pengalamanku inilah aku ingin membuat sekolah yang bisa bikin anak-anak yang malas seperti diriku ini, bersemangat untuk sekolah dan belajar. Sehingga mereka bisa berguna bagi bangsa dan negara ini.

Sholat di Lapas Wanita

Penghuni Lapas Wanita

Sholat di lapas wanita mungkin ini pengalaman yang jarang didapatkan oleh setiap orang. Saya adalah orang yang beruntung bisa mendapatkan pengalaman ini. Sholat di lapas wanita memang bukanlah suatu hal yang istimewa, tetapi bagi saya sholat  di tempat seperti itu merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga. Karena dengan bisa sholat di situ, saya bisa melihat karakter-karakter mereka, yang kalau boleh saya simpulkan mereka orang nya baik-baik. Meskipun ya.... suka sedikit-sedikit jahil sama saya, hehehe. Tetapi bagi saya itu tak masalah selama masih dalam kewajaran.

Awal mula saya bisa sholat dilapas wanita ya.... itu karena ajakan dari teman, yang mendapatkan jadwal dari dosennya untuk menjadi imam di lapas wanita. Karena temen saya itu sendirian, jadi dia mengajak saya untuk menemani. Sebenarnya si..., saya sempat menolak. Tetapi setelah saya berfikir, ada baiknya saya ikut teman saya sholat di lapas wanita. Karena itu bisa menambah ilmu dan wawasan saya akan kehidupan dunia ini.

Setelah saya masuk kedalam lapas dan melihat orang-orang yang ada di dalam lapas. Banyak hal-hal yang saya alami di dalam lapas wanita tersebut. Diantaranya, ketika saya mau adzan, ada beberapa penghuni lapas yang membully saya. Mereka meneriaki saya dari belakang "ai... modus y", tetapi saya tidak memperdulihkan nya. Saya langsung saja mengumandangkan adzan. tahukah anda ketika saya mengumandangkan adzan, wanita-wanita yang membully saya dan seluruh penghuni lapas wanita itu mereka semua langsung diam, dan menjawab adzan yang saya kumandangkan. Saya merasa kagum, melihat mereka yang diam kalau mendengar suara adzan. Subhanallah, hanya itu yang bisa katakan melihat kejadian ini.  

Dari kejadian ini lah saya menilai mereka adalah orang lebih bermoral dan tahu adab kepada Allah SWT. Berbeda dengan kita yang hidup dalam kebebasan ini. Ketika mendengar suara adzan, kita malas untuk menjawab nya. Malah saya dan teman saya yang kelihatan kurang beradab dan kurang bermoral, mungkin... terlalu menjaga imet... hehehe. Sempat ketika selesai melakukan sholat tarawih, ada seorang wanita yang mengucapkan salam kepada kami. kamipun sempat mengabaikan nya, dan wanita itu pun menegur kami. Sambil berkata "Pak ustadz jawab salam nya, nanti dosa kalau tidak jawab salam saya",  di situ saya merasa malu.... karena terlalu jaim. Tetapi saya tetap bersyukur, karena dari pengalaman yang berharga ini, saya bisa mengambil hikma nya. cukup sampai di sini cerita saya mengenai pengalaman pertama saya sholat tarawih di lapas wanita.

Mari kita doakan sama-sama, kita doakan agar orang-orang yang jauh dari Allah SWT di beri Allah taufik dan hidayah nya sehingga mereka semua bertaubat dan kembali kejalan yang lurus, kejalan yang Allah ridhoi. Aamiin ya rabbal 'alamin.